Demikialahpuisi merdeka berselimut duka indonesia baca juga puisi hari kemerdekaan dan puisi 3 bait lainnya dihalaman berkas puisi. Kau masih mengingatnya Duhai sahabat di ujung sana. Mari kita simak contoh puisi tentang kesehatan berikut contoh puisi dibawah ini. Luas dan indah alam. Virus corona covid 19 menjadi pokok puisi jusuf kalla. Demikianlahtentang Puisi Senja Di Pantai dan puisi pada laut senja, baca juga puisi tentang laut 4 bait atau puisi pantai nan indah yang telah diterbitkan Semoga Puisi Senja Di Pantai dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi keindahan pantai di senja hari. Inilah25 puisi tentang alam yang menyentuh jiwa, dengan sub-tema pegunungan, keindahan alam, hingga bencana alam. Cinta kasih mengalun lagu pantai. Kelabu telah minggat dari sini. Kesunyian guntur yang menggelegar. Langit selaksa biru nan indah. Awan berarak mengikuti sang angin. KBRNKupang: Pantai SUT Dampek atau The Sunset in The Sky Dampek merupakan destinasi wisata pantai yang indah di Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Keindahan Pantai SUT Dampek membuat objek wisata pantai ini dijuluki sebagai surga tersembunyi di Pantura Manggarai Timur. Dilansir rri.co.id السَّلاَمُعَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Halo Sahabat Kreatif! Selamat datang di channel "BINGKAI BELAJAR 45Puisi Pantai Nan Indah Elok Di Pandang. Pantai memang sangat indah. selalu ada inspirasi di dalamnya. bagi para penulis penyair maupun orang-orang yang sedang ingin duduk sebentar melepas lelah. Aku ingin menulis sebuah puisi tentang pantai yang indah tentang lautnya tentang suaranya maupun kemerduannya. Begitu juga dengan semilir angin. SejarahRawa Gede Daya Tarik Monumen Rawa Gede 1. Patung Emas 2. Taman Makam Pahlawan 3. Relief Peristiwa Rawa Gede 4. Diorama Peristiwa Rawa Gede Lokasi dan Alamat Monumen Rawa Gede Rute Menuju Monumen Rawa Gede Fasilitas Monumen Rawa Gede Monumen Rawa Gede merupakan tempat wisata bersejarah yang ada di Jangankaupatahkan kuntum bunga itu ia sedang mengembang; Debur ombak nun di kejauhan laksana gulungan halimun di pagi hari nan buta hampiri pantai Puisi Tentang Keindahan Alam 3 Bait Dunia Belajar Begitu dalam akan sarat makna untuk kita lebih mencintai semesta. Puisi tentang keindahan alam pantai. Puisi tentang alam adalah andalan mereka dalam berterimakasih kepada berikutini adalah beberapa contoh puisi tentang alam yang mudah lautan biru, pantai yang indah serta alam nusantara yang sangat luas. BACA JUGA: PEMBAHASAN SD kelas 2 sub tema 5 halaman 192 pembelajaran 3. negeri Indonesia adalah negeri yang penuh pesona danasri haruslahdiungkapkan dalam sebuah puisi nan indah. berikut ini adalah beberapa Kumpulancontoh puisi tentang keindahan alam Indonesia dan lingkungan terbaru 2022 yang menggambarkan keindahan yang menakjubkan. Langit selaksa biru nan indah Awan berarak mengikuti sang angin. Puisi Pantai. Kubiarkan ombak mengusap kedua kakiku seperti menari-nari dalam buaian keriaan kalbumu PNUM. PertanyaanPerhatikan puisi berikut! Pantai Pagatan karya Achmad Ubaidillah Pantai Pagatan nan indah. Aku rindu pasir putihmu. Aku rindu senyum yang pernah kusaksikan di sana. Senyum yang telah hilang tak mungkin datang Suasana dalam puisi di atas adalah ….Perhatikan puisi berikut! Pantai Pagatan karya Achmad Ubaidillah Pantai Pagatan nan indah. Aku rindu pasir putihmu. Aku rindu senyum yang pernah kusaksikan di sana. Senyum yang telah hilang tak mungkin datang Suasana dalam puisi di atas adalah …. ceriabahagiasendutegangputus asaFFF. FadilaturrohmahMaster TeacherMahasiswa/Alumni Universitas Muhammadiyah MalangJawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah puisi merupakan keadaan jiwa pembaca setelah membaca sebuah puisi. Puisi di atas mengisahkan kerinduan aku lirik tokoh aku di dalam puisi kepada seseorang yang pernah ditemuinya di Pantai Pagatan. Kerinduan tersebut dibuktikan dengan larik Aku rindu senyum yang pernah kusaksikan di sana . Dalam puisi tersebut, disebutkan pula bahwa kerinduan yang dirasakan aku lirik tidak bisa tersampaikan seperti ditunjukkan melalui larik Senyum yang telah hilang tak mungkin datang. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa suasana dalam puisi tersebut adalah sendu sedih dan pilu. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah puisi merupakan keadaan jiwa pembaca setelah membaca sebuah puisi. Puisi di atas mengisahkan kerinduan aku lirik tokoh aku di dalam puisi kepada seseorang yang pernah ditemuinya di Pantai Pagatan. Kerinduan tersebut dibuktikan dengan larik Aku rindu senyum yang pernah kusaksikan di sana. Dalam puisi tersebut, disebutkan pula bahwa kerinduan yang dirasakan aku lirik tidak bisa tersampaikan seperti ditunjukkan melalui larik Senyum yang telah hilang tak mungkin datang. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa suasana dalam puisi tersebut adalah sendu sedih dan pilu. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!91Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal! Senja Yang Indah Keemasan cahaya di cakrawala Di ufuk barat saat hari mulai senja.. Terbelalak mata saat memandangnya Keindahan dari sang maha pencipta.. Sang surya bersiap untuk tenggelam Menjemput mesra ketenangan malam.. Meneguk cahaya dalam-dalam Menyempurnakan keindahan malam.. Lembayung indah tampak kekuningan Gradasi warna bagaikan lukisan.. Di sudut langit yang tipis berawan Hiasan terbesar sepanjang zaman.. Sang Bulan Mengusap Lukaku Senyuman manis sang bulan menyapaku.. Begitu indah mekarkan suasana hatiku.. Sejenak kuterdiam termangu.. Memandang indahnya yang tak pernah jemu.. Sinarmu terpancar mengusir gelap.. Menembus malam hadirkan terang.. Kunikmati cahayamu hangatkan malamku.. Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari.. Bulan.. belailah jiwaku ini.. Yang begitu tegang menjalani hari.. Usaplah sesaknya asmara di dada ini.. Keringkanlah luka menganga dihati ini.. Bulan.. memandangmu membuatku mengerti.. Bahwa keindahan tak harus selalu didekati.. Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki.. Namun hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi.. Batu Kelapa Dua muda bercermin cahaya, sesaat terik melepas biasnya di perigi harap. Jengkal waktu merayap malas, bertali dua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kaca merayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata. Keajaiban bagai memikat beliung rasa dua muda itu, dan gegas melambung paruh demi sepasang batu kelapa; Tak lama batu kelapa menanak santannya di tempurung berekor bulu. Mengasah dua muda untuk menilik adanya kisah batu di kelapa selepas gelap. Potongan Surga Nusantara Masih dalam renungan pagi Saat burung berkata merdu Menyanyi kicau sendu tentang alam hari ini Disana terhampar potongan surga Terlukis dalam ranah keindahan Langit selaksa biru nan indah Awan berarak mengikuti sang angin Padi menunduk dalam kebersahajaan Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari potongan syurga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita Keindahan Lukisan TUhan yang tergores di kanvas negeriku Hamparan Keindahan yang menghias tanah airku Tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan Awan Bergelombang mengombak-ombak Bahkan sang bagaskara tak terlihat Pelangi terlihat tak penuh Karna sang selimut menutupinya Sawah Sawah di bawah emas padu, Padi melambai,melalai terlukai, Naik suara salung serunai, Sejuk di dengar,mendamaikan kalbu. Sungai bersinar,menyilaukan mata, Menyamburkan buih warna pelangi, Berkejar-kejaran berseru gempita. Langit lazuardi bersih sungguh, Burung elang melayang-layang, Sebatang kara dalam udara. Desik berdesik daun buluh, Di buai angin,dengan sayang Ayam berkokok sayup udara Kemana Perginya Alam Lestari Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru Kiri kanan sawah, tengahnya sungai Di antara gunung matahari terbit malu-malu Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan Kini tanahku berwarna abu Lama kucari tanah becekku Tapi kenapa sekarang tak nampak? Cemara kehidupan tinggi menjulang Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu Sering banjir, sering longsor Di barat ada asap bikin marah tetangga Padahal dahulu tidak begitu Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih Menanggung pilu sambil tertatih Biar dimarahi tapi tak pernah jera Pantai lelah tak tau harus berbuat apa tergeletak dihamparan pasir dihiasi dengan ribuan sampah Dari Bentangan Langit Dari bentangan langit yang semu Ia, kemarau itu, datang kepadamu Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan Mengekal tanah berbongkahan ! datang kepadamu, Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap. Keindahan Alam Indonesia Ku tak percaya bahwa itu nyata Aku masih berpikir bahwa aku masih bermimpi Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku Sungguh indah kepulauan ini Ribuan pulau-pulau berjajar Membentuk gugusan pulau yang indah Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur Dan berisi keindahan di bawahnya Aku bangga menjadi anak Indonesia Aku berjanji aku akan menjagamu Tanah Airku Burung berkicau dengan merdu Embun pagi membasahi rumput-rumput Gunungnya tinggi menjulang Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan Disanalah aku menutup mata Oh….. tanah airku tercinta Permainya Desaku mentari menyambut datangnya pagi petani bersiap hendak ke sawah beramai–ramai memotong padi bagaikan zamrud khatulistiwa itulah alam desaku yang permai Bulan Dan Matahari sering mengingatkan aku kepada matahari sering mengingatkan aku kepada bulan, keduanya saling melengkapi siang dan malam, matahari tidak pernah lelah, membiaskan cahayanya di kala siang, menerangi malam malam ku, percaturan alam tidak pernah silap, Pada Suatu Hari Nanti Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Suaraku tak terdengar lagi, Tapi di antara larik-larik sajak ini. Kau akan tetap kusiasati, Impianku pun tak dikenal lagi, Namun di sela-sela huruf sajak ini, Kau tak akan letih-letihnya kucari. Namaku Alam Perkenalkan, namaku adalah alam Aku adalah tempat tinggal bagi flora dan fauna Dimana bagi hewan-hewan aku adalah rumah mereka Berkembang biak, dan mencari makan Melakukan semua aktivitas kehidupan alam Tumbuhan pun merasakan hal yang sama Bagiku, tumbuhan adalah perhiasanku Dan hewan, adalah peliharaanku Aku juga slalu memberi kesejukan bagi penduduk bumi Aku memberikan oksigen bagi manusia Aku juga memberikan sumber daya bagi mereka Memberikan mereka energi, kekuatan, perhiasan Dan segalanya yang mereka butuhkan Semua itu adalah pada saat bumi masih dalam keadaan stabil Ketika bumi tidak dipenuhi orang orang serakah Menggunakan sumber dayaku sesuai kebuhannya saja Manusia hanya memikirkan kepentingannya sendiri Mereka tak pernah memikirkan aku Mereka slalu ingin lebih atas apa yg telah diberi oleh – Nya Ketamakan, kerakusan, pemborosan Telah membawaku kepada kerusakan Lihat apa yang telah mereka perbuat padaku Setelah apa yang aku berikan pada mereka Mereka membalasnya dengan merusakku Dengan zat zat yang dulu tak pernah ada di bumi ini Sungguh perih hati ini rasanya Apakah tak ada kesadaran sedikit pun dihati mereka? Apakah tak ada rasa iba mereka atas rusaknya diriku? Sungguh, sungguh, dan sungguh sangat miris hati ini Kuduga lautmu tuhan Bertongkah arus keras mengalir Kerap dan malar selalu mengusir Lalu bagaimana hendak kutulis Seribu garit yang terguris Perit di lengan dan betis Mematah bongkak leher berlekuk Tika baru terkejar laut yang lepas “Jangan disia setitik pengalaman Muara dewasa pun tak luak berkata menyeru ku kembali mengisi ruang “Kau masih belum bersedia Dunia ini permainan tak berupa” Andai tak diduga bukan manusia Semua cabar dan uji rohani Ku jala pahala, menebar doa Ku kail nikmat, dosa melekat Ku tangguk sihat, tersedak sakit Selagi hati belum mati, selagi rasa bertapak di dada, selagi jiwa mendamba cahaya, selagi jasad menuntut sihat, selagi hidup selubung sejahtera Selagi itu, Kau Ku panggil yang Maha Esa Indonesiaku Indonesia pesona negeri nan indah Cantiknya negeri membuat dunia terpesona penuh mengisi indahnya nusantara dan semua kekayaan alamnya tetap terjaga dan lestari negeri dengan sejuta simponi betapa indahnya negri ini Indonesiaku Hijau Melihat Indonesiaku hijau Tergerai dentuman industri Kapan aku menatapmu hijau Dengan semburat angin sepoi Kuingin habiskan sisa hidupku Alam dilembah semesta Angin dingin kelam berderik Kabut putih menghapus mentari Tegak cahyanya menusuk citra Pahatan Gunung memecah langit Berselimut awan beralas zamrud Sejak waktu tidak beranjak Di sanalah sanubari berdetak Cermin ilusi di atas danau Menikung pohon yang melambai warna Di celah kaki-kaki menjejak karya-karyaNYA Di mana jiwa tak mengingat rumah Di saat hidup serasa sempurna Sungguh jelita permadani ini Terbarkan pesona di atas cakrawala Tak berujung di pandang lamanya Serasa bertualang di negeri tak bertuan ALAM Derai Cemara Udang Angin pantai disela gerimis Gubuk-gubuk bambu yang reot Tanpa atap di tepian jalanan pantai Tiada yang romantis atau membiuskan angan Ke dalam khayal yang beku Dan ratusan hari terkubur diam Hanya derai cemara udang.. Hanya rintik gerimis yang tidak kunjung reda Tidak juga menjadi hujan deras Pantai ini merubah dirinya menjadi teduh, hijau Dan di beberapa sudut tumbuh padang rumput Ada cemara udang, perahu nelayan Yang sepuluh tahun yang lalu belum kulihat Ini adalah pantai kenangan Sabda Bumi Belum tampak mendung merenung bumi Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut Terpaku ratap menatap Jiwa-jiwa penuh rindu Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu Bulan tak ingin membawa tertawa manja Kala waktu enggan berkawan pada hari Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri Terhapus awan gelap melahap habis langit Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini Hitam memang menang menyerang terang Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari Bersama untaian senandung salam alam pagi. Bencana Melandaku Lewat suara gemuruh di iringi debu bangunan yang runtuh Tempatku nan asli terlindas habis Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap Kau Lalap habis aku kehilangan segalanya Mata dunia Terpengarah menatap heran Memang kejadian begitu dasyat Bantuan dan pertolongan mengalir Hati manusia punya Nurani Tuhan… Mengapa semua ini terjadi..! Mungkin kami telah banyak Mengingkari mu Mungkin kami terlalu bangga dengan salah dan Dosa-dosa Ya… Tuhan ampunilah kami dalam segala dosa. Kemana Perginya Alam Lestari Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biruk iri kanan sawah, tengahnya sungai Di antara gunung matahari terbit malu-malu Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan Kini tanahku berwarna abu Lama kucari tanah becekku Tapi kenapa sekarang tak nampak? Cemara kehidupan tinggi menjulang Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu Sering banjir, sering longsor Di barat ada asap bikin marah tetangga Padahal dahulu tidak begitu Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih Menanggung pilu sambil tertatih Biar dimarahi tapi tak pernah jera Indahnya Alam Negeri Ini Kicauan burung terdengar merdu Menandakan adanya hari baru Indahnya alam ini membuatku terpaku Seperti dunia hanya untuk diriku Kupejamkan mataku sejenak Kurentangkan tanganku sejenak Sejuk, tenang, senang kurasakan Membuatku seperti melayang kegirangan Kekagumanku sulit untuk kupendam Pesonanya tak pernah padam Desiran angin yang berirama di pegunungan Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan Bak indahnya taman di surga Keindahan alam terasa sempurna Membuat semua orang terpana Membuat semua orang terkesima Tetapi, kita harus menjaganya Agar keindahannya takkan pernah sirna Puisi Pantai kedua kakiku seperti menari-nari dalam buaian keriaan kalbumu Jauh di ufuk kebiruan berpadu yang menyatukan langit dan laut namun waktupun sekejap berlalu Dengan hamparan pasir putihmu debur ombak yang berdebar dan keceriaan anak-anak tertawa tersenyum serta lesung pipimu bak guratan pasir jemari-jemari lentik yang sesekali gelombang menyapanya waktu yang tak pernah kembali bukan sekedar untaian mimpi kan kubasuh kakiku di pantaimu Lautan Yang Indah Dan Tenang Lautan yang indah dan tenang Terlihat ikan yang sedang bergurau riang Dibalik terumbu karang yang tampak kokoh Bersama tanaman laut yang bergerak indah Manusia yang melihat itu sangat terpesona Ikan ikan berenang dengan ceria Air laut tampak tenang dan tidak bergelombang Suasana lautan sangat nyaman dan tenang Panorama Alam Kintamani Ketika ku memasuki areamu Mengalir langsung ke relung hatiku Seakan-akan alam semesta ramah menyambutku Dia telah merancangkan sgala yang luar biasa Kintamani begitulah orang menyebut dirimu Menyemarakkan alam Kintamani Sungguh dapat melepaskan stress Memberi ruang baru dalam hidupku Memberi kesegaran jiwa raga Syukur bagiMu Sang Maha Kuasa Tangan Tak Bertanggung Jawab Terlihat biasa namun menghancurkan Udara yang segar Kini tak terhirup kembali Burung yang sering berkicau Kini tak tampakkan keelokkannya lagi Api membara Terus membakar Ribuan orang penuh kesedihan Kesengsaraan bertubi – tubi Bagai beban diatas gunung jernihnya air Tak terlihat habitat disana Mereka pergi mencari perlindungan Bila mereka mengancam warga Hinggga berbuat kerusakan Mereka berlarian mencari makanan Kehidupannya telah direnggut Oleh tangan tangan tak bertanggung jawab Sungguh siksaan bagi hewan hewan disana Keindahan Alam Aku berdiri di atas gunung, Untuk melihat keindahan alam, Aku mempertaruhkan nyawa, bertahan diri di atas gunung Demi melihat keindahan alam Gunung Yang Telah Lama Gersang Aku dulu dilahirkan dalam alam yang permai Dibuai dalam lindungan alam yang indah Yang selalu mengingatkan aku pada belaian pertiwi Selalu bersenandung rindu dalam dekapan alam Semua kini telah dalam pandangan Entah ke mana dan menjadi apa alam yang ku kenang dulu Bagai ditelan dalam rakusnya manusia jahanam Yang tiada belas kasihan dalam hidupnya Selalu terasa pedih di hati ini Tersayat sembilu dalam jiwa-jiwa yang kerdil Terluka dan terobek sampai ke dalam sanubari Tiada berbekas akan sakitnya hati Indahnya alam yang telah melahirkanku Kemana aku mengadu untuk kembalinya alam permaiku Semua telah gersang tanpa kendali dan manusia tinggal menuai bencana Kutunggu manusia-manusia baru untuk berkarya Tiada akal yang bisa menggapai Gunung dan lembah yang kembali bersemi lagi Keindahan Alam Ternodai Sungguh betapa indahnya alam ini Dengan beragam tumbuhan unik di dalamnya Gunung-gemunung yang tinggi menjulang Yang ketinggiannya mencakar langit Laut biru yang amat luas seluas mata memandang Tangan-tangan manusia dengan seenaknya merusak alam Pohon-pohon ditumpas habis tak bersisa Sungai-sungai ternodai limbah pabrik Hutan-hutan dibakar habis tak keruan Mengapa manusia merusak alam? Bukankan alam sendiri yang menyediakan kebutuhan manusia? Padahal manusia akan terkena dampaknya Minggu Pagi Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja, hinggap diantara ruas pohon muda, tarikan nafas lega sedalam dalamnya, tak mendengar bunyi klakson dan getar motor menyala, hanya bunyi ayam jantan dan burung gereja, masihkah kita sempat menikmati dingin dan malasnya minggu pagi, Mungkin disaat inilah, kebaikan, kejujuran, rendah hati, keikhlasan, ke pasrahan, kesabaran, empati, memperlihatkan segala potensinya, yang mungkin telah lama terus-terusan dijejali pil tidur dan di nina bobok kan oleh keserakahan, kesombongan, intoleran, kemarahan, kebohongan, kepura-puraan. Indahnya Alam Ini Batapa indahnya alam kita ini Udara senyuk menentramkan Domba putihpun terbang menuju kemari Kita berdiri dengan beralaskan tanah Kita berdiri dengan beratapkan langit Untuk melihat keindahan alam sekitar Keindahan alam yang terhampar luas Akan ku pertaruhkan nyawa ini Akan ku pertahankan raga ini Bertahan pada tanduk sebuah gunung Bumi Bersabda Belum nampak mendung menutupi langit Seberkas haru yang larut terbalut kalut dan takut Terpaku ratap menatap jiwa yang penuh rindu Sejukkan dahaga jiwa serta sendu merayu Bulan tak ingin membawakan tawa manja Kala waktu tak ingin berkawan pada malam Saat bintang bersembunyi berharap sunyi sendiri Terhapus awan gelap yang menutupi langit Bulan tampil dengan cantik menarik pada jiwa ini Hitam memang menang menutupi terang Namun sang fajar bersama mentari akan menari Bersama senandung salam pada alam pagi. Desa Yang Damai Kau adalah tempat yang terindah Yang penuh dengan kesibukan Tempatmu yang penuh dengan pepohonan Menjadikanmu tempat yang damai Jauh dari kebisingan kota Kau adalah tempat yang indah Dengan barisan bukit dan pepohonan Kau membuat manusia selalu ingin Bintang Saat malam tiba dengan langit yang gemerlap Saat itu pula akupun mulai tersenyum Melihat bintang dengan berpijar Bagaikan tebaran harap pada kehidupan Saat awan hitam mulai menutupi langit Saat bintang itu mulai tertutup gelap Bahkan saat sinarnya mulai meredup tak terlihat Saat terangnya menghiasi langit Sering ku pandangi bintang yang paling terang Dan ingin rasanya ku petik untuk manjakan hati Agar hidupku ini penuh dengan harapan Keelokan Alam Saat aku perlahan membuka mataku, ku tak percaya bahwa itu nyata Aku masih berpikir, mungkin aku masih bermimpi Namun aku sadar bahwa keindahan itu nyata Lautan biru terbentang luas Gunung yang berbaris tak beraturan Langit yang berhiaskan pelangi Yang memiliki keindahan satu sama lain Deburan Ombak Ombak yang menerjang di laut Saling berkejar memecah di batu karang Menghempasnya, hingga terlihat aneka keong Yang bertebaran dari dasar lautan Ombak yang menerjang terdengar tiada henti Seolah memberikan pesan pada kita Bahwa alam ini tercipta begitu indah Yang memberikan kenyamanan pada kita Indahnya Pemandang Ini Burung yang berkicau dengan merdu Menandakan tibanya hari baru Indahnya luas alam ini membuatku terpana Seperti dunia ini hanya milik ku Kupejamkan mataku untuk sejenak Kurentangkan tanganku untuk sejenak Sejuk, senang, dan bahagia kurasakan Membuatku seakan melayang tinggi Wahai pencipta alam semesta Kekagumanku sukar untuk kupendam Keindahan Hutan Awan yang kelabu telah pergi Suara guntur yang menggelegarpun telah sunyi Hujan dari langit tak turun turun Tanah yang kering telah menjadi basah Tumbuhan yang kering telah subur kembali Sungai yang dangkal jadi penuh Binatang mulai mengeringkan tubuhnya dari kebasahan Pohon mulai menyerap air dengan akar-akarnya Begitulah keadaan kita setelah hujan Semoga saja tetap begitu seterusnya Demi keselamatan seluruh umat manusia Keramaian Laut Angin yang menyeret deburan ombak Hingga menuju ke tengah luasnya samudera Sedangkan di pinggir pantai Undangan dari sehamparan laut Yang datang dari segala penjuru Melihat mereka yang sedang menari Hingga menjelang akhir pertemuan Datanglah kembali dari segala penjuru Sepinya laut kami hingga menjadi ramai Dengan alunan lagumu yang sarat akan cinta. Desaku Yang Permai Pagi yang disambut sang mentari Membuat ayam berkokok di segala penjuru desa Petani bersiap menuju sawah Bening bak bentangan kaca Segar membasuh jiwa dan raga Begitulah permai nya alam desaku. Indahnya Bumi Sinar pagi menembus bening kaca jendela Seharum mawar merah nan merekah Kabut tebal ku lihat masih menyelimuti pagi Daun yang basah karena tetesan embun Telinga mendengar kicauan merdu Kulit terasa di tembus angin pagi Melihat awan seputih bunga mawar Hingga langit bak lautan samudera Hari baru yang siap ku hadapi Dengan indahnya bumi pertiwi Nah itulah kumpuan puisi bertema keindahan alam. Semoga bermanfaat bagi kalian. Jangan lupa untuk baca puisi lainnya seperti puisi ibu, puisi cinta, puisi persahabatan.